Intervensi dan habituasi
Pada dasarnya strategi yang dipakai adalah dengan Intervensi dan habituasi untuk, sekolah, keluarga, masyarakat. Intervensi dapat dilakukan dengan berbagai modus pembelajaran, seperti advokasi, konsultansi, pelatihan dan , refleksi kelompok, diskursus sosial-kultural, sarasehan,seminar, sedangkan habituasi dilakukan dengan pendemonstrasian berbagai contoh teladan sebagai langkah awal pembiasaan, penguatan dalam berbagai bentuk, penataan limngkungan belajar yang menyentuh dan membangitkan karakter. Secara rinci strategi gerakan pendidikan karakter untuk masing-masing pilar pendidikan karakter (sekolah, keluarga, dam masyarakat) digambarkan sebagai berikut.
| KARAKTER UTAMA | INTERVENSI | HABITUASI |
| § Jujur | Tujuan: • Seluruh anggota keluarga memiliki persepsi, sikap, dan pola tindak yang sama dalam pengembangan karakter Strategi: Orangtua kepada anak: • Penegakan tata tertib dan etiket/budi pekerti dalam keluarga • Penguatan perilaku berkarakter • Pembelajaran kepada anak Sekolah kepada keluarga: • Pertemuan orangtua • Kunjungan ke rumah • Buku penghubung • Pelibatan orang tua dalam kegiatan sekolah Pemerintah terhadap keluarga: • Fasilitasi pemerintah untuk keluarga | Tujuan: • Terbiasanya perilaku yang berkarakter dalam kehidupan sehari-hari Strategi: • Keteladanan orang tua • Penguatan oleh keluarga • Komunikasi antar anggota keluarga |
| § Cerdas | ||
| § Tanggungjawab | ||
| § Peduli dan kreatif |
| KARAKTER UTAMA | INTERVENSI | HABITUASI |
| § Jujur | Tujuan Terbentuknya karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan sekolah Strategi: Sekolah terhadap siswa • Intra dan kokurikuler secara terintegrasi pada semua mata pelajaran • Ekstrakurikuler melalui berbagai kegiatan antara lain: KIR, pramuka, kesenian, olahraga, dokter kecil, PMR • Budaya sekolah dengan menciptakan suasana sekolah yang mencerminkan karakter Pemerintah terhadap sekolah • Kebijakan • Pedoman • Penguatan • Pelatihan | Tujuan • Terbiasanya perilaku yang berkarakter di sekolah Strategi: • Keteladanan KS, Pendidik, tenaga kependidikan • Budaya sekolah yang bersih, sehat, tertib, disiplin, dan indah • Menggalakkan kembali berbagai tradisi yang membangun karakter seperti: hari krida, upacara, piket kelas, ibadah bersama, doa (perenungan), hormat orang tua, hormat guru, hormat bendera, program 5 S, cerita kepahlawanan |
| § Cerdas | ||
| § Tanggungjawab | ||
| § Peduli dan kreatif |
| KARAKTER UTAMA | INTERVENSI | HABITUASI |
| § Jujur | Tujuan: • Terbangunnya kerangka sistemik perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pendidikan karakter scr nasional • Terciptanya suasana kondusif dlm masyarakat yang mencerminkan kepekaan kesadaran kemauan dan tanggungjawab untuk membangun karakter utama Strategi: Dari pemerintah: • Pengembangan grand design pendidikan karakter • Pencanangan nasional pendidikan karakter • Pengembangan perangkat pendukung pendidikan karakter, al: iklan layanan masyarakat, sajian multimedia (poster, siaran tv, siaran radio) Dalam masyarakat: • Pengembangan peranan komite sekolah dlm pembangunan karakter melalui MBS • Perintisan berbagai kegiatan kemasyarakatan, pengabdian kepada masyarakat yg melibatkan peserta didik • Pelibatan semua komponen bangsa dalam pendidikan karakter, al: media massa | Tujuan: • Terciptanya suasana yang kondusif dlm masyarakat yang mencerminkan koherensi pembangunan karakter secara nasional • Tumbuhnya keteladanan dalam masyarakat Strategi: • Keteladan dan penguatan dalam kehidupan masyarakat |
| § Cerdas | ||
| § Tanggung jawab | ||
| § Peduli dan kreatif |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar